Sabtu, 13 November 2021

Pertemuan ke-2 : Pengajian KH. Ma'ruf Khozin


Kehidupan di Alam kubur

Dari alam ruh, kandungan, dunia, barzakh, akhirat. Semuanya ada kehidupannya

Alam ruh menjadi misteri, baru saat di alam kandungan dokter dapat mengetahuinya

Al Baqarah 154 : Kehidupan Syuhada

Ali Imran 169

(HR. Al-Baihaqi dalam hayat al-Anbiya' fi quburihim I/72 dan Abu Ya'la no. 3425)

Para syuhada 10 Nopember makamkan di TMP Kusumabangsa

HR Muslim no Nabi Musa sholat di dalam kuburnya

Nabi Yunus baca Talbiyah / Haji

Abu Dawud 2041, Ahmad 10827. Rasulullah menjawab salam untuknya

Habib Ali Al-Jufri menyampaikan tidak ada di suatu negeri yang kecintaannya kepada Rasulullah selain Indonesia. Karena banyaknya majelis sholawat

Di makam Rasulullah ada tiga makam, sejak Umar dikubur didalam maka aku memakai baju, malu kepada Umar (HR. Ahmad)

(HR. Al-bazzar 1925) Nabi Mendoakan

Doa orang tua yang wafat (at-taubah 105) 

Amal kalian dilaporkan pada keluarga dan kawan yang sudah mati. 

Bila sesepuh yang membangun masjid di alam kubur dilaporkan perkembangan aktivitas masjid 

Mengenali Peziarah, Tidak seorangpun yang melewati kuburan temannya yang pernah ia kenal ketika di dunia dan mengucapkan salam kepadanya. Kecuali ia mengenalnya dan menjawab salamnya

Terhibur saat diziarahi, tak seorangpun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali ia merasa senang dan menjawabnya hingga meninggalkan tempatnya

Dari semua hadits di atas, disimpulkan Atsar Ibnu al-Qayyim (murid Ibnu Taimiyah) ini adalah pendapat yang lebih kuat

Arwah Pulang ?

Saat orang mati, ruhnya keluar. Saat jazadnya di makamkan maka ruhnya dikembalikan 

Satu ruhnya orang mukmin dalam bertemu di kubur dalam perjalanan sehari semalam padahal mereka tidak pernah kenal

Arwah saling berziarah maka baguskanlah kain kafannya

Fatwa Imam Ramli 6/67 : dan sesungguhnya telah datang riwayat bahwa arwah mendatangi kuburnya dan rumah rumah keluarganya di waktu yang dikehendaki Allah

Hutang bagi si Mayit :

Sungguh Rasulullah menolak menyalatkan orang yang punya hutang hingga Abu Qotadah membayarkan hutangnya, dan Ali bin Abi Thalib membayar hutangnya Mayit yang lain. Dan ia menerima manfaat dari salatnya Nabi SAW. ini adalah manfaat dari perbuatan orang lain

Dalam surga Allah mencabut rasa benci, sehingga saat suami mendapatkan bidadari selain dari isteri. Isterinya tidak benci

Umi Salamah cerita : suaminya Abu Salamah meninggal, lalu berdoa semoga Allah memberikan ganjaran dari musibah dan semoga mendapatkan yang lebih baik. Setelah masa Iddah dinikahi oleh Rasulullah. Sehingga di akhirat kelak akan ikut Rasulullah

Para isteri dikumpulkan oleh suami yang terakhir, kecuali dicerai wanita tersebut diberikan kebebasan memilih untuk ikut suaminya di akhirat



Minggu, 24 Oktober 2021

Undangan Pengajian



Nomor : 01/PRNU/TANFIDZ/X/2021

Perihal : Undangan 

Surabaya, 24 Oktober 2021

Kepada Yth :

…...................

Di Tempat


Assalamualaikum wr. wb

Bismillahirohmanirrohim

Salam silaturahim kami sampaikan, semoga selalu mendapatkan Rahmat, Inayah dan Hidayah Allah SWT. Serta Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Aamiin.

Dalam upaya menghidupkan kembali kegiatan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Medokan Ayu yang rehat selama pandemi Covid-19, maka mengharap dengan hormat akan kehadirannya dalam Kajian Ba'da Shubuh yang InsyaAllah dilaksanakan pada :

Hari : Ahad

Tanggal : 31 Oktober 2021

Pukul : 04.30 wib 

Tempat : Masjid Al-Ichsan, Wonoayu 30A, RW 03, Medokan Ayu, Surabaya

Pemateri : KH. Ma'ruf Khozin (Direktur Aswaja NU - Center Jawa Timur

Tema : Mendalami Aswaja, Memahami Amaliah NU


Demikian undangan ini disampaikan, atas perhatian dan kehadirannya dihaturkan Jazakumlloh Khoiron Katsiro


Walahul Muwafiq ilaa Aqwamith Thoriq

Wassalamualaikum wr. wb

Rais Syuriah   

Ketua Tanfidziyah  

Sekretaris


H. Moch Waris

H. Ainul Yaqin, S.Ag 

Onny Fahamsyah, ST., MT

.......................................................................



Pengajian : 

Bacakan Surat Yaasin untuk orang yang akan wafat, setelah wafat saat Modin masih menyiapkan kain kafan, dan setelah pemakaman

Saat di pemakaman dibacakan surat al-Ihlas dan al-Muawwidatain (Surat An-Nas dan Al-Falaq) ditujukan kepada Ahli kubur akan sampai

Sahabat Ansor Ngaji di kubur, (HR. Al-Thabrani dalam al-kabir no 15833)

Khataman di makam Abu Al-A'la sebanyak 7 hari sebanyak 200 kali khataman

Ayat kursi dalam bacaan tahlil (Ibnu Qudamah al-mughni 5/78)

Kalimat Dzikir bagi orang yang wafat di kubur. Nabi membaca tasbih, takbir, saat wafatnya Sa'ad bin Mu'adz. "Kubur hamba yang saleh ini menyempit, hingga Allah luaskan darinya." HR. Ahmad, Hadits Hasan

Sedekah makanan untuk almarhum. "Jika Rasulullah menyembelih kambing, maka beliau berkata : "Kirimkan daging-daging ini untuk teman-teman dekat Khadijah"

Kirim pahala sedekah (HR. al-Bukhari)

Para Nabi, Wali, dan seluruh ummat Islam menghadap ke Ka'bah. Sehingga jangan sampai foto selfi membelakangi Ka'bah

Tradisi 7 hari, 40 hari, 100 hari dan haul sudah diamalkan di sebagian Negeri Arab (kitab Nihayatul Zain bab wasiat karangan Syaikh Nawawi Banten)

Apakah tidak memberatkan saat wafat keluarga menyiapkan makanan ? Hadits : Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja'far bin Abi Thalib (gugur dalam perang Mu'tah) dan untuk mengharap pahala.

Bila ada anak yatim, maka biaya tahlil tidak boleh diambil dari harta warisan si Mayit. Sehingga konsumsi tahlil bisa berasal dari beras takziyah maupun sumbangan dari kakak - adik si mayit

Video  via Instagram : https://instagram.com/remasalichsan/live/17953086655530732?utm_medium=copy_link


Selasa, 10 Maret 2020

Lailatul Ijtima di Masjid Imaduddin



Agenda rutin bulanan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Medokan Ayu, yaitu Lailatul Ijtima yang dilaksanakan :

Selasa, 10 Maret 2020
Bakda Sholat Isya
Di Masjid Imaduddin
Jl. Medokan Ayu gg masjid no 122 (RW 02)

Menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh Ketua MWC NU Kecamatan Rungkut, Drs. H. Abdul Mujib, AR.


Isi Taujihatnya :
Satu  kebanggaan atas terselenggaranya lailatul  ijtima’ dengan manfaat yang diraih dari kegiatan ini adalah pelaksanaannya menambah semangat dalam melangkah bersama  koordinasi antar  Pengurus Ranting.

Lailatul ijtima’ yang berisi sosialisasi sebagai kebijakan Pengurus, dirasa sangat bermanfaat. “Ini sangat bermakna karena setiap menyampaikan strategi menggerakkan jamiyah sesuai kondisi yang dihadapi.

Banyak kader muda menjadi lebih dinamis, istilah ngopi tipis adalah bahasa koordinasi non formal untuk membangun kebersamaan dan memudahkan menemukan solusi bersama.

Yang paling bahagia bersama dengan warga Nadhliyin Pengurus Ranting Medokan Ayu adalah melestarikan kegiatan sebagai basis dan mentradisikan peninggalan para Muassis, para kyai NU yang nyaris sirna,  dengan LAILATUL IJTIMA’ bisa Bersilaturrahim bersama Banom NU di kelurahan Medokan Ayu

Dokumentasi Kegiatan :








Rabu, 05 Februari 2020

Memorabilia Maya Nahdlatul Ulama

Untuk mengenang kembali sejarah Nahdlatul Ulama dari masa ke masa, penting kiranya mendokumentasikan segala bentuk yang bernilai sejarah








Video : MKNU ke-2, PCNU Kota Surabaya





Berita dan Narasi :

GUS KIKIN, PENGASUH PONPES TEBUIRENG YANG BARU PENGGANTI GUS SHOLAH

KH ABDUL HAKIM MAHFUDZ atau Gus Kikin yg kini menjabat Wakil Pengasuh Ponpes Tebuireng, dipercaya untuk meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang.

Gus Kikin mengatakan, Gus Sholah sudah menyiapkan calon Pengasuh Ponpes Tebuireng sekitar 4 tahun yg lalu. Saat itu dirinya diminta adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu untuk menyiapkan diri.

“Januari 2016 saya diminta Gus Sholah membantu beliau dan bersiap. Kalau terjadi suksesi kami diminta melanjutkan. Termasuk suksesi beliau sudah menyiapkan. Saya banyak belajar dari beliau,” kata Gus Kikin di Ponpes Tebuireng, Jalan Irian Jaya nomor 10, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, mengutip detikcom, Senin 3 Februari 2020.

Pemilihan dirinya sebagai Pengasuh Ponpes Tebuireng, lanjut Gus Kikin, dilakukan Gus Sholah melalui musyawarah keluarga. Yaitu melibatkan seluruh keturunan KH Hasyim Asy’ari, selaku pendiri Ponpes Tebuireng.

Sebanyak 200 lebih anggota keluarga Ponpes Tebuireng dikumpulkan oleh Gus Sholah pada 2016 silam. Saat itu setiap orang yg datang diminta menyampaikan usulan soal siapa sosok yg tepat menjadi Pengasuh Ponpes Tebuireng selanjutnya.

Berbagai usulan sekaligus kriteria calon Pengasuh Ponpes Tebuireng, kata Gus Kikin, lantas dibahas oleh tim khusus. Tim ini terdiri dari sembilan orang perwakilan keturunan KH Hasyim Asy’ari.

Di situ diputuskan siapa yg menjadi pengasuh. 2016 Itu dulu akhirnya saya diminta Gus Sholah, saya siap. Kita sudah selesai, sudah jauh hari. Itu yg oleh Gus Sholah sudah dilakukan. Sehingga beliau tidak lagi memikirkan itu,” katanya.

Sebagai Pengasuh Ponpes Tebuireng yg baru, Gus Kikin akan melanjutkan berbagai pengembangan pesantren yg telah dilakukan Gus Sholah selama ini. Selama dipimpin cucu KH Hasyim Asy’ari itu, Pesantren Tebuireng telah mempunyai 18 cabang di seluruh Indonesia.

“Kami akan lanjutkan semuanya. Banyak kebutuhan, banyak hal yang harus kami lakukan. Kebutuhan pendidikan, kami tetap lanjutkan itu,” kata pemilik stasiun TV lokal, BBS TV di Surabaya. Beliau juga pengusaha mapan di bidang minyak dan gas bumi, PT Energi Mineral Langgeng (EML), sebuah perusahaan migas nasional milik beliau, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yg kini mendapatkan amanat mengelola blok pemboran sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Penanjakan Sumur Eksplorasi ENC-01 EML mengatakan, sumur tsb adalah sumur migas pertama di Indonesia yg dimiliki oleh santri.

Sebagaimana diketahui, Sumur Eksplorasi ENC-02 PT. EML mulai ditajak pada 9 September 2018. Menurut General Manager EML Sopandi Tossin, target kedalaman sumur eksplorasi ini direncanakan mencapai sekitar 9.800 kaki dan akan menembus beberapa jenis lapisan batuan. Di samping untuk mendapatkan data bawah permukaan dari jenis batuan dan unsur geologi lainnya, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuktikan keberadaan hidrokarbon yg ekonomis di perut bumi Sumenep. “Kami memperkirakan, besar sumberdaya sekitar 70 juta barel minyak.

GUS KIKIN adalah putra almarhum KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum. Dari jalur ibu, nasabnya bersambung kepada Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari yg diperistri KH. Ma'shum Ali, ahli falak dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah, asal Gresik atau kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.

Sedangkan dari jalur ayah, nasabnya bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang. Dari jalur ayah ini, Gus Kikin terhitung masih adik sepupu KH. Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, yg saat ini menjabat Rais Syuriah PWNU Jatim

www.minews.id
www.bangsaonline.com
www.tebuireng.online

Selasa, 04 Februari 2020

Lailatul Ijtima' di Masjid Roudlotut Tholibin


Menjadi agenda rutinan dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Medokan Ayu, yang telah dilaksanakan pada :

Rabu, 05 Februari 2020
Bakda Sholat Isya
Di Masjid Roudlotut Tholibin RW 01
Jl. Raya Medokan Sawah no. 76. Surabaya


Penyambutan

Jamaah Pria

Jamaah wanita

Adapun Tata Cara Sholat Taubat, mengikuti tradisi yang ada di shohibul bait, yakni :
  1. Rokaat pertama, setelah Al-Faticha adalah QS. At-Takatsur
  2. Rokaat kedua, setelah Al-Fatichah adalah QS. Al-Ashr

Sholat Hajat :
  1. Rokaat pertama, setelah Al-Faticha adalah  surah Al-Kafirun
  2. Rokaat kedua, setelah Al-Fatichah adalah surah Al-Ikhlas

Sholat Witir, dengan bilangan rokaat 2 dan 1, dengan bacaan suratnya :
  1. Rokaat pertama, QS. Al-A'la
  2. Rokaat kedua, Qs. Al-Kafirun
  3. Rokaat ketiga, Qs. Al-Ikhlas

Bacaan Istighotsah disesuaikan pada masjid yang ditempati kegiatan

Acara dimulai pukul 20.20 dengan dibuka oleh MC : Ustadz Abdul Qodir


Pembacaan Khususiyah yang dipimpin oleh Bapak H. Hadi Syamsuri



Sholat Sunnah Taubah, Hajat dan Witir serta Istighotsah dipimpin oleh Bapak KH Drs. Asrori Machrus


Tahlil dikhususkan untuk almarhum Bapak KH Solahuddin Wahid, yang dipimpin oleh Bapak H. Hadi samsuri



Sambutan Ketua Tanfidziyah, Pengurus Ranting NU Kelurahan Medokan Ayu

H. Ainul Yaqin, S.Ag
  1. Semoga acara yang berjalan setiap bulan pada pekan pertama, dan bertempat di masjid dan musholla di Medokan Ayu dapat berjalan istiqomah hingga hari kiamat.
  2. Acara Lailatul Ijtima' dimulai setelah sholat Isya dengan membaca Al-Qur'an satu juz.
  3. Diusahakan jam 21.15 seluruh agenda telah selesai
  4. Malam ini kirim doa kepada KH. Solahudin Wahid karena pengurus ranting NU Kelurahan Medokan Ayu tidak bisa takziyah ke Jombang
  5. Mewakili pengurus NU mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid Roudlotut Tholibin yang telah bersedia ditempati kegiatan Lailatul Ijtima'

Penutup/ doa oleh Bapak H. Syaikhu
Kas Pemasukan dari Chususiyah



Foto dokumentasi :

Pengurus NU dan Tokoh Masyarakat

Jamaah Wanita

Ramah tamah




Jumat, 31 Januari 2020

Tokoh Ulama Nusantara

ULAMA PEREMPUAN NUSANTARA YANG MENGGEMPARKAN DUNIA ISLAM
SYAIKHAH KHAIRIYAH HASYIM ASY’ARI
(Pendiri Madrasah Kuttabul Banat di Haramain)

SYAIKHAH KHAIRIYAH HASYIM (1906-1969) Muslimah Indonesia yang pertama kali menggagas Madrasah Banat di Saudi Arabia agar kaum Hawa diberi ruang untuk bisa belajar sebagaimana kaum Adam. Atas jasa-jasanya, nama Syaikhah Khairiyah diabadikan menjadi universitas di Saudi Arabia, Universitas Khairiyah yang didirikan Aminah Yasin al-Fadani. Universitas ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Saudi. Salah satu keluarga Kerajaan Saudi Arabia yang terlibat di dalamnya adalah puteri Bin Abdul Aziz Malik Faishal yang dikenal gigih dalam memperjuangkan aspirasi kaum perempuan.

Syaikhah Khairiyah dilahirkan di Jombang pada 1906 M. Ia adalah anak ke-2 dari 10 bersaudara dari pasangan Kiai Hasyim dan Ibu Nyai Nafiqah. Saudara-saudaranya yaitu Hannah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid (KH. Wahid Hasyim), Abdul Hafidz (KH. Abdul Choliq Hasyim), Abdul Karim (Akarhanaf atau KH. Abdul Karim Hasyim), Ubaidillah, Masrurah, dan Muhammad Yusuf (KH. Yusuf Hasyim).

Sebagai putri seorang kiai, kencah keilmuan Syaikhah Khairiyah tidak bisa dipisahkan dari tradisi pesantren salaf yang kental dengan kitab kuning. Dalam mendidik Syaikhah Khairiyah, Kiai Hasyim menerapkan sistem berbeda dibanding dengan anaknya yang laki-laki. Jika laki-laki, Kiai Hasyim memperbolehkan mereka untuk belajar di luar Pesantren Tebuireng seperti Kiai Wahid Hasyim yang pernah belajar di Pesantren Siwalan Panji dan Pesantren Lirboyo, dan Kiai Yusuf Hasyim pernah belajar di Pesantren Sedayu Gresik dan Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sedangkan bagi perempuan tidaklah demikian. Meskipun secara sekilas, terlihat adanya sebuah diskriminasi dalam mendidik putra-putrinya, namun pada hakikatnya tidaklah demikian. Kiai Hasyim mendidik Syaikhah Khairiyah secara individual, baik melalui sistem sorogan maupun bandongan. Untuk sistem bandongan yang nobatenya dikhususkan bagi laki-laki, Syaikhah Khairiyah tidak terlibat langsung. Ia belajar dengan cara menguping atas ilmu-ilmu yang disampaikan ayahnya kepada ribuan santri. Ketidak terlibatan Syaikhah Khairiyah secara langsung atas pengajian bandongan itu disebabkan tidak adanya pesantren yang dikhususkan untuk kaum Hawa.

Meskipun langkah Syaikhah Khairiyah tidak seluas seperti saudaranya yang laki-laki, akan tetapi, dengan penuh ketekunan, ia belajar kepada ayahnya tentang dasar-dasar agama Islam, seperti membaca al-Qur’an dan mengkaji kitab turast semisal kitab al-Jurûmiyah, al-Imrithi, Maqshûd, al-Fiyah, Fathal Qarîb, Fathal Mu’în, dan Fathal Wahhâb, maka jadilah dirinya sosok perempuan yang alimah.

Ketika dalam masa-masa semangat belajar mengkaji ilmu agama, terbesitlah dalam diri sang ayah untuk menjodohkan Syaikhah Khairiyah dengan salah satu santri seniornya yang dikenal alim dalam berbagai disiplin ilmu agama, yaitu Kiai Ma’shum Ali yang mempunyai banyak karya seperti kitab Amstilâtu al-Tashrifiyyah, Badi’u al-Mistal fi Hisâbi al-Sinîn wa al-Hilal, Fathu al-Qâdir fi ‘Ajâibi al-Maqâdir, dan Durûsu al-Falâkiyyah. Pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1919. Waktu itu usia Syaikhah Khairiyah baru 13 tahun.

Saat membina rumah tangga dengan Kiai Ma’shum Ali, Syaikhah Khairiyah dikarunia tujuh keturunan, yaitu Hamnah, Abdul Jabar, Ali, Jamilah, Mahmud, Karimah, dan Abidah. Semua anaknya ini meninggal dunia kecuali dua, yaitu Abidah dan Jamilah.

Dua tahun dari usia pernikahannya (1921), Kiai Hasyim memerintahkan kepada Syaikhah Khairiyah dan suaminya untuk mendirikan pesantren tersendiri. Kiai Hasyim memandang bahwa keduanya itu sudah mampu untuk mengelola pesantren dengan mandiri. Dengan penuh ketaatan, keduanya melaksanakan apa yang didawuhkan oleh Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Hasyim memerintahkan agar pesantren tersebut dibangun di daerah yang masih minim agamanya supaya ajaran Islam bisa tersebar luas. Dibelilah tanah di daerah Seblak oleh Kiai Hasyim yang letaknya sekitar 200 meter dari Pesantren Tebuireng. Daerah Seblak ini dikenal sebagai area hitam, masyarakatnya masih jauh dari tuntunan syariat.

Saat sedang asyik-asyiknya dalam mengembangkan Pesantren Seblak bersama sang suami, Syaikhah Khairiyah mendapatkan ujian yang begitu berat. Sang suami menderita penyakit paru-paru dengan waktu yang lama dan belum kunjung sembuh. Karena sudah tidak tahan menahan rasa sakit, akhirnya ia kembali ke Rahmatullah pada tangal 24 Ramadan 1351 H / 8 Januari 1933 M dengan usia 33 tahun.

Meninggalnya Kiai Ma’shum Ali menjadi pukulan berat bagi Syaikhah Khairiyah dan Pesantren Seblak yang dirintisnya serta Pesantren Tebuireng yang ia masih aktif mengajar di dalamnya. Semua ini terjadi, sebab Kiai Ma’shum Ali merupakan Kiai Jombang yang menjadi referensi setelah Kiai Hasyim Asy’ari. Ialah sosok kiai yang menggagas adanya Madrasah Salafiyah Syafi’iyah di Pesantren Tebuireng.

Melihat kondisi Syaikhah Khairiyah yang menjanda dalam usia yang relatif muda, yaitu sekitar usia 27 tahun (sebagian pendapat kurang dari usia tersebut), maka Kiai Hasyim merasa sangat prihatin dan ingin segera mencarikan jodoh lagi jika masa iddahnya sudah habis. Ia ingin mencarikan jodoh yang alim sebagaimana Kiai Ma’shum Ali agar bisa diajak untuk mengembangkan Pesantren Seblak yang kehilangan figur utamanya.

Kabar duka yang menerkam Syaikhah Khairiyah sebagai putri seorang ulama terkemuka di Pulau Jawa cepat mernyebar hingga ke berbagai pelosok, bahkan kabar tersebut terdengar hingga ke Haramain melalui buah bibir dari jamaah haji yang berasal dari Nusantara. Di antara penduduk Nusantara yang bermukim di Makkah yang mendengar kabar duka tersebut adalah Kiai Abdul Muhaimin al-Lasemi, seorang ulama dari Lasem, Jawa Tengah yang mukim di Makkah dan menjadi pengajar di sana. Ia masih mempunyai hubungan kerabat dengan Kiai Hasyim Asy’ari, sebab ia merupakan menantu dari Kiai Hasbullah Tambak Beras yang tidak lain adalah paman Kiai Hasyim Asy’ari. Saat mendengar kabar itu, Kiai Muhaimin statusnya adalah duda sebab istrinya telah meninggal di Nusantara. Semenjak kemangkatan istrinya, Kiai Muhaimin memantapkan diri untuk menghabiskan sisa umurnya di Haramain. Karena kedalaman ilmunya, ia diangkat untuk menjadi Mudir ‘Am di Dar al-Ulum yang pelajarnya berdatangan dari berbabagai negara, khususnya Asia Tenggara. Selain sebagai Mudir ‘Am Dar al-Ulum di Haramain, ia juga sebagai ketua majlis Raudlatul Munâdzirin, sebuah ajang diskusi (bahstul masâil) yang membahas masalah kajian Fiqih yang pesertanya dari kalangan ulama dan pelajar Melayu yang berada di Haramain.

Setelah masa iddah Syaikhah Khairiyah usai, terbesitlah dalam diri Kiai Muhaimin untuk meminangnya. Ia sangat berharap pinangan tersebut diterima sebab Syaikhah Khairiyah merupakan sosok perempuan yang baik agama dan nasabnya. Karena jaraknya yang jauh, antara Haramain dan Pulau Jawa, Kiai Muhaimin meminta kepada suami adik iparnya, Kiai Bisri Syansuri agar menyampaikan lamarannya kepada Kiai Hasyim Asy’ari. Mendengar kabar pinangan tersebut, Kiai Hasyim merasa sangat bahagia. Cita-cita Kiai Hasyim untuk mempunyai menantu yang alim telah dikabulkan Allah lagi. Saking bahagianya Kiai Hasyim akan mendapatkan menantu yang alim, dengan antusiasnya ia bersedia memenuhi apa yang diinginkan oleh Kiai Muhaimin. Salah satu keinginan Kiai Muhaimin adalah, ia meminta kepada Kiai Hasyim agar memberikan izin mengenai niatnya untuk membawa Syaikhah Khairiyah ke Makkah guna menemani dakwahnya di sana.

Karena banyaknya wadifah (tugas) keilmuan yang diemban oleh Kiai Muhaimin, maka untuk masalah ijab qabul pernikahannya, ia serahkan kepada keluarganya yang ada di Lasem, yaitu Kiai Baidlowi ibn Abdul Aziz (kakak kandung Kiai Muhaimin). Acara ijab qabul pernikahan tersebut diselenggarakan di kediaman Kiai Baidlowi pada tahun 1938 M. Setelah resmi menjadi istri Kiai Muhaimin, Syaikhah Khairiyah diantar ke Makkah oleh saudaranya, Kiai Akarhanaf guna diserahkan kepada Kiai Muhaimin selaku sebagai suami yang sah atas diri Syaikhah Khairiyah.

Dengan menjadi istri Kiai Muhaimin, maka kualitas keilmuan Syaikhah Khairiyah semakin terasah sebab adanya jaringan global yang berpusat di Haramain. Kiai Muhaimin tidak hanya mengajar pelajar dari Nusantara, melainkan dari berbagai manca negara. Oleh sebab itu, mau tidak mau, Syaikhah Khairiyah akan terbawa arus dengan lingkungan suaminya tersebut yang penuh dengan kajian keilmuan.

Mahligai rumah tangga Syaikhah Khairiyah bersama dengan Kiai Muhaimin membuahkan tiga keturunan, akan tetapi semuanya meninggal dunia. Meskipun tidak mempunyai keturunan, keduanya senantiasa gigih dalam memperjuangkan agama Allah hingga akhir hayatnya. Kiai Muhaimin wafat pada 1946 M. Setelah suaminya meninggal dunia, Syaikhah Khairiyah masih mengabdi di haramain sebagai mudirah di Madrasah Kuttabul Banat hingga akhirnya ia diminta Presiden Soekarno agar berkenan kembali ke Indonesia sebab bangsanya masih sangat membutuhkan sumbangsih keilmuannya. Dengan penuh pertimbangan akhirnya Syaikhah Khairiyah berkenan kembali ke Indonesia pada 1957. Sejak tahun itulah ia mengabdikan diri lagi mengasuh Pesantren Seblak hingga akhir hayatnya.

Saat kembali ke Indonesia, Syaikhah Khairiyah aktif di berbagai organisasi seperti menjadi ketua Fatayat NU (1958-1962), anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (1960-an), mengajar di Pesantren Tebuireng, Seblak, dan mengisi berbagai kegiatan majelis ta’lim, khususnya bagi kaum Hawa. Ia sangat mencita-citakan adanya emansipasi pendidikan bagi perempuan secara stuktural meskipun hal semacam itu masih kedengaran asing di telinga para kiai.

Untuk wilayah Jombang, gerakan emansipasi wanita dalam bidang pendidikan Islam dimulai pada zaman 1919 oleh Kiai Bisri Syansuri. Ia bersama dengan Nyai Nur Khadijah mendirikan Pesantren Banat. Karena usaha tersebut tidak ditegur oleh Kiai Hasyim selaku guru yang sangat dihormatinya, maka dengan penuh kemantapan ia melanjutkan usahanya itu. Diamnya Kiai Hasyim yang melihat berdirinya Pesantren Putri yang dirintisnya, dianggap sebagai kebolehan atas hukum mendirikan lembaga pendidikan bagi perempuan. Seandainya Kiai Bisyri Syansuri tidak membuat terobosan yang seperti itu, maka dikawatirkan emansipasi pendidikan wanita akan dikuasai oleh Belanda. Banyak perempuan bumiputera yang belajar di sekolahan yang didirikan oleh Belanda atau yang ada kaitan dengannya. Jika perempuan Muslimah tidak mempunyai wadah tersendiri, maka keilmuan mereka akan tertinggal atau teracuni dengan misi Belanda yang selain ingin mengeruk harta pusaka tanah air, mereka juga ingin menyebarkan Agama Kristen. Oleh sebab itu, langkah Kiai Bisri Syansuri ini sangat tepat sekali, terlebih Jombang di waktu itu sudah ada gerakan emansipasi wanita yang dikembangkan oleh Nyonya M.C.E. Ovink Soer, istri Residen Belanda yang bertugas di Jombang yang akrab dengan Kartini.

Ketika Kiai Bisri Syansuri mendirikan Pesantren Banat, Syaikhah Khairiyah baru membina rumah tangga dengan Kiai Ma’shum Ali. Ia sangat menyetujui gagasan tersebut. Oleh sebab itu, Kiai Hasyim meminta Pesantren Seblak untuk membuka wadah pendidikan bagi Kaum Hawa yang kemudian pesantren tersebut berkembang pesat di zaman kepengasuhan Syaikhah Khairiyah usai kembali dari Haramain. Karena prestasi Syaikhah Khairiyah ini, maka Pesantren Seblak dikenal sebagai pesantren putri.

Karena pentingnya pendidikan bagi wanita, maka Syaikhah Khairiyah mendidik kedua putrinya, Abidah dan Jamilah dengan sebaik-baiknya pendidikan. Dari usaha gigih Syaikhah Khairiyah dalam pendidikan tersebut, maka tidak mengherankan jika salah satu putrinya, Abidah dikenal dengan sebutan “Kartini dari Jombang”. Prestasi Abidah dalam masalah pendidikan adalah berdirinya pesantren putri yang dirintisnya bersama suaminya, Kiai Mahfudz Anwar saat Syaikhah Khairiyah masih di Makkah.

Karena pentingnya pendidikan bagi kaum Hawa, maka saat Kiai Muhaimin menjadi Mudir Am di Dar al-Ulum Makkah, ia mengusulkan agar didirikan Madrasah Banat (Kuttabul Banat) sebagai pelengkap dari Dar al-Ulum yang pesertanya hanya terdiri dari Kaum Adam. Setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya berdirilah Kuttabul Banat di Saudi Arabia pada tahun 1942. Dari Madarasah Banat yang dirintis oleh Syaikhah Khairiyah, maka lahirlah pesantren atau lembaga pendidikan putri di Saudi Arabia seperti yang dilakukan oleh Syaikh Husein al-Palimbani dan Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani bersama dengan istrinya.

Selasa, 28 Januari 2020

ISLAM NUSANTARA SEMAKIN MENDUNIA, ALHAMDULILLAH...



Yuk baca:

1. Dulu Dicaci Maki, kini Seluruh Dunia ingin Terapkan "Islam  Nusantara"

http://www.muslimoderat.net/2017/11/dulu-dicaci-maki-kini-seluruh-dunia.html

2. Tertarik dengan Islam  Nusantara, Maroko dan Mesir Undang Ceramah KH Said Aqil Siradj

http://www.muslimoderat.net/2017/11/tertarik-dengan-islam-nusantara-maroko.html

3. Indonesia Terus Kampanyekan Islam Damai Hingga ke Rusia

http://www.muslimoderat.net/2018/03/indonesia-terus-kampanyekan-islam-damai.html

4. Ulama Besar Uni Emirat Arab: Muslim Indonesia Contoh Baik Bagi Dunia Islam

http://www.muslimoderat.net/2018/03/ulama-besar-uni-emirat-arab-muslim.html

5. Imam Besar Istiqlal: Saat ini Pusat Kepemimpinan Islam Ada di Indonesia, Bukan Negara Arab

http://www.muslimoderat.net/2018/03/imam-besar-istiqlal-saat-ini-pusat.html

6. Ulama Suriah: Indonesia  Contoh Terbaik Bagaimana Islam  Diterima, Tanpa ada Kekerasan

http://www.muslimoderat.net/2018/03/ulama-suriah-indonesia-contoh-terbaik.html

7. Parlemen Iran: Indonesia Panutan Bagi Negara-negara Islam Sedunia

http://www.muslimoderat.net/2018/03/parlemen-iran-indonesia-panutan-bagi.html

8. Presiden Jokowi Berharap Kemaslahatan Islam Nusantara untuk Indonesia dan Dunia

http://www.muslimoderat.net/2017/11/presiden-jokowi-berharap-kemaslahatan.html

9. Pengunjung Kagum Melihat NU dari Masa ke Masa

http://www.nu.or.id/post/read/61390/pengunjung-kagum-melihat-nu-dari-masa-ke-masa

10. Jokowi: Indonesia Akan  Selesaikan Konflik di Afganistan

http://www.muslimoderat.net/2017/11/jokowi-indonesia-akan-selesaikan.html

11. Pria Belanda Ini Jadi Mualaf Usai Ikuti Perjalanan Islam  Nusantara Oleh NU di Eropa

http://www.muslimoderat.net/2018/04/pria-belanda-ini-jadi-mualaf-usai-ikuti.html

12. Islam Nusantara Diseminarkan di Monash University Australia

http://www.muslimoderat.net/2016/04/islam-nusantara-diseminarkan-di-monash.html

13. Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia

http://www.muslimoderat.net/2016/04/tiongkok-mengaku-salut-dengan-islam.html

14. Meneguhkan Islam Nusantara  Untuk Peradaban Indonesia  dan Dunia

http://www.nu.or.id/post/read/60241/meneguhkan-islam-nusantara-untuk-peradaban-indonesia-dan-dunia

15. Islam Nusantara, Dari NU untuk Dunia

http://www.nu.or.id/post/read/60706/islam-nusantara-dari-nu-untuk-dunia

16. Kagum Terhadap Islam Nusantara, 160 Masjid di Belgia Ingin Datangkan Imam dari NU

http://www.islamnusantara.com/kagum-terhadap-islam-nusantara-160-masjid-di-belgia-ingin-datangkan-imam-dari-nu/

17. Grand Syaikh Al-Azhar Kagumi Indonesia dan Islam Nusantara

https://ala-nu.com/grand-syaikh-al-azhar-kagumi-indonesia-dan-islam-nusantara/

18. Ulama Maroko dan Ukraina Kagum NU Punya Islam Nusantara

https://www.islampers.com/2018/07/ulama-maroko-dan-ukraina-kagum-nu-punya-islam-nusantara.html

19. Alhamdulillah NU di  Afganistan Terus  Berkembang dan Berdiri di 22 Provinsi

https://www.islampers.com/2018/07/alhamdulillah-nu-di-afganistan-terus-berkembang-di-22-provinsi.html

20. Afghanistan Damai, Setelah  Mengenal Islam Nusantara  lewat PBNU

https://www.islampers.com/2018/07/afghanistan-damai-setelah-mengenal-islam-nusantara.html

21. Ketika Sutradara Eropa Takjub dengan Islam Nusantara

https://www.nu.or.id/post/read/93807/ketika-sutradara-eropa-takjub-dengan-islam-nusantara

22. Ulama Maroko Yakini NU Model dan Teladan Ulama Dunia

http://www.nu.or.id/post/read/93181/ulama-maroko-yakini-nu-model-dan-teladan-ulama-dunia

23. Habib Abu Bakar al-Adni, Ulama Yaman Yang Mengagumi Islam Nusantara

http://www.santrionline.net/2018/05/habib-abu-bakar-al-adni-ulama-yaman-yang-mengagumi-islam-nusantara.html

24. Penjelasan Islam Nusantara Yang Luar Biasa Menurut Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun Yaman

http://www.muslimoderat.net/2015/08/penjelasan-islam-nusantara-yang-luar.html#ixzz5J7aqzBJ8

25. Syeikh Ali Jaber :  Indonesia Negara Paling Toleran di Dunia

https://news.baldatuna.com/syeikh-ali-jaber-indonesia-negara-paling-toleran-di-dunia/

26. Sowan PBNU, Menlu India Belajar Islam Nusantara untuk Atasi Konflik

https://news.baldatuna.com/sowan-pbnu-menlu-india-belajar-islam-nusantara-untuk-atasi-konflik/

27. Habib Luthfi, Kiai Said dan Jokowi Masuk 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Dunia

http://www.muslimoderat.net/2018/04/habib-luthfi-kiai-said-dan-jokowi-masuk.html

28. Dunia Internasional Melirik Islam Nusantara

https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/28/p1nunc313-dunia-internasional-melirik-islam-nusantara

29. Prinsip-prinsip NU Kini Digunakan Arab Saudi

http://www.nu.or.id/post/read/80843/-prinsip-prinsip-nu-kini-digunakan-arab-saudi-

30. Pemerintah Arab Saudi Gandeng NU Kembangkan Islam Moderat

http://www.nu.or.id/post/read/83273/pemerintah-arab-saudi-gandeng-nu-kembangkan-islam-moderat

31. Alhamdulillah! Setelah Arab Saudi, Kini Giliran Rusia Ingin Belajar Islam Nusantara

http://www.muslimoderat.net/2017/11/alhamdulillah-setelah-arab-saudi-kini.html

32. Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon: Silakan Bentuk NU di Saida

http://www.nu.or.id/post/read/75611/kunjungi-pbnu-ulama-lebanon-silakan-bentuk-nu-di-saida

33. Silaturahim NU Sedunia di Makkah Kukuhkan Semangat Islam Nusantara

https://news.baldatuna.com/silaturahim-nu-sedunia-di-makkah-kukuhkan-semangat-islam-nusantara/

34. Kagum dengan Nahdlatul Ulama, Pengusaha Aljazair  Temui Kiai Said