Rabu, 25 Desember 2019

Rutinan Lailatul Ijtima' NU Medokan Ayu


Assalamualaikum wr wb

Kepada Yth : 
  1. Seluruh Pengurus Ranting NU Medokan ayu.
  2. Seluruh Anggota NU Medokan ayu 
  3. Seluruh Anggota Ansor dan Banser Medokan ayu
  4. Seluruh Anggota IPNU dan IPPNU Medokan ayu.
Mengharap dengan hormat kehadiran saudara, besok :

Hari : Selasa malam Rabu
Tanggal : 07 Januari 2020 
Jam : 20.00 wib.
Tempat : Masjid Al Ichsan RT 1, RW 3 Medokan ayu.
Acara : Rutinan NU Lailatul Ijtima'
Catatan : Bagi jamaah wanita, dimohon membawa mukenah

Demikian atas kehadiran dan kerja samanya disampaikan terima kasih .

Wassalamualaikum wr wb.

Sekretaris 
Onny Fahamsyah, ST.,MT

Ketua Tanfidziyah NU
Ranting Kelurahan Medokan Ayu
H. Ainul Yaqin, S.Ag

Katib Syuriah
H. Moch Nadir, SH.,MH

Rais Syuriah
H. Moch Waris

Hasil Pelaksanaan :

19.15 wib : 
Sambil menunggu hadirin dan jamaah datang, diisi dengan membaca Al-Qur'an  bersama, dan Chususiyah Ahli Kubur.



20,15 wib : 
pembukaan 



20.20 wib : 
Sholat Sunnah Taubat, Hajat, dipimpin oleh Ustadz H.M. Saikhu. Dengan terlebih dahulu menjelaskan kaifiyah/ tata cara 

Sholat Taubat :
Rokaat pertama, setelah Al-Faticha adalah QS. Al-Baqoroh : 284-286

Rokaat kedua, setelah Al-Fatichah adalah QS. Ali Imron 190 - 200


Sholat Hajat :
  1. Rokaat pertama, setelah Al-Faticha adalah  surah Al-Kafirun sebanyak 10 kali
  2. Rokaat kedua, setelah Al-Fatichah adalah surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali
Istighosah dipimpin oleh ustadz Miftach


Bacaan Istighotsah

Doa dipimpin oleh H. Ainul Yaqin, S.Ag

21.00 :
Penutup

Saldo Infaq yang terkumpul pada Lailatul Ijtima' NU pada tanggal 07 Januari 2020 sebesar :
Rp. 735.000,- ( Tujuh ratus tiga puluh lima ribu rupiah )

Dokumentasi Foto :


Jamaah Ibu-ibu

Banser


Minggu, 17 November 2019

Menjaga Kesucian Air Dalam Kolam Pencuci Kaki

Kolom Bahtsul Masail, Majalah Aula November 2019
Diasuh oleh : KH. Ahmad Ashar Shofwan, M.Pd.I (Ketua PW LBM NU Jawa Timur


Pertanyaan
Ketika awalnya air kolam itu sudah suci menyucikan dan daya tampung kolam memadahi (di atas dua qullah), kemudian menjadi keruh akibat penggunaan. Apakah hal demikian itu mempengaruhi terhadap kesucian air ?

Budiono, di Blitar
Sholihan, Surabaya

Jawaban:
Air kolam pencuci kaki di masjid atau mushalla yang sudah dalam keadaan keruh (berubah dari sifat asli), mengenai ketentuan hukumnya harus mempertimbangkan penyebabnya, yaitu apabila :
  1. Disebabkan oleh pengaruh kolam itu sendiri, maka air itu tetap thahir muthahhir (suci yang dapat digunakan untuk bersuci) 
  2. Disebabkan oleh benda suci namun kotor, yaitu kotoran yang terlepas dari kaki para pengguna kolam, maka air itu juga tetap thahir muthahhir (suci yangd apat digunakan untuk bersuci) menurut Imam Ramli.
  3. Disebabkan oleh benda najis, maka air itu mejadi mutanajjis, sehingga tidak dapat untuk digunakan bersuci.

Referensi:
Nihayahtul Muhtaj, juz I, hal 67

Sabtu, 16 November 2019

Pengajian : KH. Aria Muhammad Ali, Lc


Setiap tahun memperingati Maulid Nabi Muhammad hanya seremonial saja, tapi mengapa tidak ada perbaikan kualitas hidup.

Banyak orang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad, tapi belum bisa menjalani empat perkara :
  1. Mengimani Rasulullah Muhammad SAW
  2. Menjalani Sunnah-sunnahnya Rasulullah, diantara sunnah yang mulai memudar adalah murah senyum. Rasulullah setiap hari dalam keadaan tersenyum.
  3. Mengagungkan Rasulullah. Mengagungkan nama, keluarga, dan kelahirannya Rasulullah serta seluruh yang berkaitan dengan Rasulullah.
  4. Menolong Nabi Muhammad, dulu para sahabat membela Rasulullah. Maka saat ini menolong masjid, madrasah, dan guru ngaji serta dakwah syariatnya Rasulullah.
Imam Ahmad tidak memakan semangka, padahal Rasulullah makan semangka. Setelah mengetahui bagaimana cara Rasulullah mengiris semangka dengan bentuk bulan separoh (hilaliyah), baru imam Ahmad mau memakan semangka.

Habib Alwi rambutnya gondrong menjelang wafat usia 80 tahun, karena ingin wafat sama dengan panjang rambut  kekasihnya, yaitu Rasulullah juga berambut sebahu.

Sunnah Rasulullah menyebarkan salam, baik bagi yang kenal maupun tidak kenal

Diundang orang yang melarat, datangnya lebih dahuluan.

Orang-orang sholeh cahaya wajahnya, mendahului ucapannya (Kitab Hikam)

Masuk ke dalam rumah mengucapkan salam, agar mendapatkan barokah. (Hadits Rasulullah)

Imam Nawawi dalam al-adzkar, masuk ke dalam rumah mengucapkan salam walaupun tidak ada penghuninya.

Rumah kyai banyak gula, ikan, windu karena rumahnya sering diucapkan salam oleh para tamunya. Sehingga rumahnya barokah

Orang yang menolong agamanya Allah, maka kehidupannya akan ditolong oleh Allah SWT.

Mengikuti cahaya Al-Qur'an, dengan menjadikan bacaannya sebagai wirid setiap harinya.

Dawuh Gus Miek : bagi orang kaya tidak sempat membaca Al-Qur'an, maka bisa meminta orang lain membacakan Al-Qur'an di rumahnya, walaupun dengan menggajinya.

Baca pula : Pelantikan PRNU Kel. Medokan Ayu masa khidmat 2019 - 2024

Pelantikan PRNU Kelurahan Medokan Ayu, masa khidmat 2019-2024


Sabtu (16/11/2019), mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Langgar Besar Miftachul Huda, Kelurahan Medokan Ayu. Membersamai pula pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. Masa khidmat 2019-2024

Pra Acara dengan Sholawat Nabi oleh Banjari GESTRA NADA



Memasuki inti acara, dibuka dengan MC Sahabat Khoirul Anam dan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Ustad Syauqil Mubarok (Qori Tingkat Provinsi Jawa Timur).

Lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon dikumandangkan khidmat dengan seluruh hadirin posisi berdiri.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh KH. Drs. Abdul Mujib, HU dari PCNU Kota Surabaya

Baca pula : Pengajian KH. Aria Muhammad Ali, Lc.

Baca Pula : Susunan PRNU Medokan Ayu, masa khidmat 2019 - 2024

Baca pula : Ekspedisi Surat

Dokumentasi Foto :


Lagu : Yalal Wathon


Pembacaan SK pengurus

Dihadiri wawali




Lahap menikmati 





Selasa, 12 November 2019

Liputan : Konverensi MWC NU Rungkut, Surabaya


Perhelatan Konverensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya dilaksanakan Selasa (12/11/2019) di kantor MWC Rungkut. Pada pukul 20.30 wib.

Diawali Ustadz Drs. H. Mujib, HU. Sambutan Mewakili panitia :
"Semangat dalam Menghidupkan kembali organisasi peninggalan para ulama."

KH. H.M. Lutfi Akbar, LC. Sambutan Mewakili Rais Syuriah MWC Kecamatan Rungkut :
"Berharap pelaksanaan dapat berjalan sukses dan lancar."

H. Nasuchi Ali, M.Si sambutan mewakili Caretaker :

"Kegiatan ranting dan MWC di Kota Surabaya relatif stabil, dibuktikan banyak kegiatan yang telah berjalan."

"Dari 7 MWC SK-nya sudah kadaluwarsa, baru terbentuk tadi malam adalah Kecamatan Semampir"

"Pelantikan sekitar 7-15 Desember 2019"

"Pertengahan Desember 2019, diharapkan struktural kepengurusan MWC NU Kecamatan Rungkut sudah terbentuk."

"Baru tahun ini saat kirab hari pahlawan, lagu yalal wathon dikumandangkan."

Pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah
Dipandu oleh : Ustadz  Moch. Faisol Ramelan


Mengikuti AD/ART NU hasil Muktamar di Jombang, bahwa Pilihan Rais Syuriah dimusyawarahkan dalam Ahlu Halli wal Aqdi

Tatib dibuka dengan diskusi legalitas surat rekom AHWA dari masing-masing ranting. Dengan ketentuan bahwa surat rekom minimal ditandatangani oleh Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah.

Dalam rekapitulasi suara terbanyak yang masuk, didapatkan lima orang dipilih sebagai AHWA yaitu :
  1. KH. M Lutfi, Kedung Asem
  2. Ustadz Machrus, Rungkut Kidul
  3. H.M Waris, Medokan Ayu
  4. Ustadz H. Mujib, Rungkut Lor
  5. Ustadz. Fadholi, Rungkut Lor
Dalam rapat AHWA, diputuskan bahwa :  KH. Drs. M. Lutfi Akbar, Lc, M.Pd.I dipilih sebagai Rais Syuriah MWC NU Rungkut, masa khidmat 2019 - 2024

Dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dipilih oleh Ketua Ranting se-Kecamatan Rungkut, terpilih secara aklamasi : Ustadz. Drs. H. Mujib, HU.

Ustadz. Drs. H. Mujib, HU


Para Ketua Ranting NU se-Kecamatan Rungkut

Sambutan Rais Syuriah terpilih :

KH. Drs. M. Lutfi Akbar, Lc, M.Pd.I
  1. InsyaAllah, bila pengurus yang semangat dan mau berjalan, maka tidak ada yang tidak mungkin.
  2. Rungkut merupakan barometer dalam NU
  3. Mohon doanya agar dapat menjalankan amanahnya.
  4. Setelah ini penyusunan personil pengurusnya.


Lampiran :


Suasana forum

Daftar hadir

Surat Undangan


Selasa, 05 November 2019

Lembaga-Banom Siap Kawal UU Pesantren



Menyambut pengesahan UU Pesantren, Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI-PBNU) menggelar diskusi terbatas dengan badan-badan otonom dan lembaga-lembaga NU di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2019.

RMI merasa perlu mengajak semua pihak di lingkungan NU untuk terlibat dalam mengawal kelanjutan UU Pesantren. 

Menyusul pengesahan Undang-undang Pesantren dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 24 September 2019 lalu, banyak produk peraturan perundangan turunan yang harus dikawal.

"FGD ini bertujuan untuk menjelaskan substansi dan inti dari Undang-undang pesantren yang disahkan beberapa waktu yang lalu kepada kepada segenap pengurus lembaga dan banom Nahdlatul Ulama," kata Ketua RMI PBNU H. Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) disela diskusi.

Pertemuan ini menurutnya diadakan untuk meminta masukan-masukan dari banom dan lembaga NU terhadap produk aturan-aturan turunan dari UU Pesantren yang akan disusun. 

Aturan turunan itu antara lain berupa peraturan presiden (Perpres) dan tujuh Peraturan Menteri Agama (PMA).

"Kedua untuk menerima masukan terhadap aturan yang nanti akan disusun sebagai turunan dari Undang-undang itu yang relevan dengan pembidangan masing-masing banom dan lembaga, sehingga banom dan lembaga mempunyai sumbangsih terhadap aturan pelaksanaan dari Undang-Undang Pesantren," terangnya.

Menurut Gus Rozin, masukan-masukan dari banom dan lembaga akan menjadi sumbangsih yang penting karena persoalan pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga RMI, tetapi juga oleh banom dan lembaga lainnya.

"Ke depan yang namanya pesantren itu, kita sudah tahu secara sosiologis NU itu adalah pesantren besar dan pesantren adalah NU kecil, secara sosiologis demikian kita sadar, maka harapannya adalah semuanya terlibat. Ini menjadi isu bersama," terangnya.

Diskusi terbatas ini dihadiri Ketua PBNU KH Aizzuddin Abdurrahman, Wasekjen PBNU M Imdadun Rahman, dan perwakilan dari banom dan lembaga PBNU. (ds)

AULA November 2019